Lanjut ke konten utama
๐Ÿ”ฌ

Ilmu Pengetahuan Terdesentralisasi (DeSci)

  • Sebuah alternatif global dan terbuka untuk sistem ilmiah saat ini.
  • Teknologi yang memperbolehkan ilmuwan untuk mengalangkan pendanaan, menjalankan eksperimen, membagikan data, mendistribusikan wawasan, dan lain-lain.
  • Membangun gerakan sains terbuka.

Ilmu pengetahuan desentralisasi (DeSci)?

Ilmu pengetahuan terpusat (DeSci) adalah gerakan yang bertujuan untuk membangun infrastruktur publik untuk pendanaan, penciptaan, peninjauan, pengakuan, penyimpanan, dan penyebaran pengetahuan ilmiah secara adil dan merata menggunakan rangkaian Web3.

DeSci bertujuan untuk menciptakan ekosistem di mana para ilmuwan mendapatkan insentif untuk berbagi penelitian mereka dan menerima pengakuan atas karya mereka, sambil memungkinkan siapa pun untuk dengan mudah mengakses dan berkontribusi pada penelitian tersebut. DeSci membuat gagasan bahwa pengetahuan ilmiah harus dapat dilihat oleh semua orang dan bahwa proses penelitian ilmiah harus transparan. DeSci menciptakan model penelitian ilmiah yang lebih terdesentralisasi dan disebarkan, sehingga lebih tahan terhadap sensor dan kontrol oleh otoritas pusat. DeSci berharap menciptakan lingkungan di mana gagasan baru dan tidak konvensional dapat berkembang dengan desentralisasi akses ke pendanaan, perangkat ilmiah, dan saluran komunikasi.

Sains terdesentralisasi memungkinkan sumber pendanaan yang lebih beragam (dari DAO, sumbangan kuadratik(opens in a new tab) hingga crowdfunding dan lainnya), akses data dan metode yang lebih mudah diakses, dan memberikan insentif untuk produktibilitas.

Juan Benet - Gerakan DeSci

Bagaimana Desentralisasi meningkatkan ilmu pengetahuan

Berikut ini adalah daftar masalah utama dalam ilmu pengetahuan beserta bagaimana ilmu pengetahuan terdesentralisasi dapat membantu mengatasi masalah-masalah ini

Ilmu pengetahuan tersentralisasiIlmu pengetahuan tradisional
Distribusi dana ditentukan oleh masyarakat menggunakan mekanisme seperti sumbangan kuadratik atau DAO.Distribusi pendanaan diawasi oleh grup-grup yang kecil, tertutup, dan tersentralisasi.
Anda dapat bergabung dengan hal-hal di seluruh dunia dalam tim yang dinamis.Pendanaan organisasi dan institusi beranda yang membatasi kolaborasi anda.
Ketentuan pendanaan dibuat secara daring dan transparan. Mekanisme pendanaan baru telah tereksplorasi.Ketentuan pendanaan dibuat dalam waktu yang lumayan lama dan keterbukaan yang terbatas. Hanya sedikit mekanisme pendanaan yang tersedia.
Berbagi layanan laboratorium menjadi lebih mudah dan transparan dengan menggunakan primitif Web3.Berbagi sumber daya laboratorium seringkali lambat dan tidak transparan.
Model-model baru untuk penerbitan dapat dikembangkan yang menggunakan primitif Web3 untuk kepercayaan, keterbukaan, dan akses universal.Anda mempublikasikan melalui cara yang telah ditentukan atau yang disebut sebuah hal yang tidak efisien, bias, dan eksploitasi.
Anda dapat mendapatkan token-token dan reputasi untuk kerja tinjauan oleh rekan sejawat.Kerja peer-review anda tidak dibayar, untuk publikasi yang menggunakan keuntungan.
Anda memiliki hak kekayaan intelektual (IP) yang Anda hasilkan dan mendistribusikannya sesuai dengan ketentuan yang transparan.Institusi asal Anda memiliki hak kepemilikan atas hak kekayaan intelektual (HKI) yang Anda hasilkan. Akses terhadap hak kekayaan intelektual (HKI) tidak transparan.
Berbagi seluruh penelitian, termasuk data dari upaya yang tidak berhasil, dengan menjalankan semua langkah di dalam rantai.Pembatasan publikasi berarti para peneliti lebih cenderung berbagi eksperimen yang memiliki hasil yang sukses.

Ethereum dan DeSci

Sistem sains desentralisasi akan memerlukan keamanan yang besar, moneter yang minim dan biaya transaksi, dan sebuah ekosistem pengembangan aplikasi yang kaya. Ethereum menyediakan semua yang diperlukan untuk membangun stak sains desentralisasi.

Kasus penggunaan DeSci

Desentralisasi membangun peralatan sains dalam akademia Web2 menuju ke dunia digital. Berikut ini adalah contoh-contoh penggunaan yang dapat ditawarkan oleh Web3 kepada komunitas ilmiah.

Penerbitan

Penerbitan ilmiah terkenal bermasalah karena dikelola oleh rumah penerbitan yang mengandalkan tenaga kerja gratis dari ilmuwan, para reviewer, dan editor untuk menghasilkan makalah-makalah, namun kemudian menarik biaya penerbitan yang sangat tinggi. Masyarakat umum, yang biasanya telah secara tidak langsung membayar untuk pekerjaan dan biaya penerbitan melalui pajak, sering kali tidak dapat mengakses pekerjaan yang sama tanpa membayar penerbit lagi. Total biaya penerbitan makalah ilmiah per individu seringkali mencapai angka lima digit ($USD), yang merusak konsep pengetahuan ilmiah sebagai barang publik(opens in a new tab) sambil menghasilkan keuntungan besar bagi sekelompok kecil penerbit.

Platform-platform gratis dan akses terbuka ada dalam bentuk server pra-cetak, seperti ArXiv(opens in a new tab). Namun, platform-platform ini kurang memiliki kontrol kualitas, mekanisme anti-sybil(opens in a new tab), dan umumnya tidak melacak metrik tingkat artikel, artinya biasanya hanya digunakan untuk memublikasikan karya sebelum diserahkan ke penerbit tradisional. SciHub juga membuat makalah-makalah yang telah diterbitkan dapat di akses secara gratis, namun tidak secara legal, dan hanya setelah penerbit telah menerima pembayaran mereka dan mengaplikasikan peraturan hak cipta yang ketat pada karya tersebut. Hal ini meninggalkan kesenjangan kritis terhadap makalah-makalah dan data ilmiah yang dapat diakses dengan mekanisme legitimasi dan model insentif yang tertanam. Alat-alat untuk membangun sistem seperti itu sudah ada dalam Web3.

Keterulangan dan replikasi

Keterulangan dan replikasi adalah dasar dari penemuan ilmiah berkualitas.

  • Hasil yang dapat diulang dapat dicapai berulang kali oleh tim yang sama menggunakan metodologi yang sama.
  • Hasil yang dapat direplikasi dapat dicapai oleh kelompok yang berbeda menggunakan pengaturan eksperimen yang sama.

Perangkat baru yang berasal dari Web3 dapat memastikan bahwa keterulangan dan replikasi menjadi dasar dari penemuan. Kita dapat menyelaraskan ilmu pengetahuan berkualitas ke dalam kerangka teknologi akademis. Web3 menawarkan kemampuan untuk membuat pengesahan untuk setiap komponen analisis: data mentah, mesin komputasi, dan hasil aplikasi. Keindahan dari sistem konsensus adalah bahwa ketika jaringan tepercaya dibentuk untuk menjaga komponen-komponen ini, setiap peserta jaringan dapat bertanggung jawab untuk mereproduksi perhitungan dan memvalidasi setiap hasil.

Pendanaan

Model standar saat ini untuk pendanaan ilmu pengetahuan adalah bahwa individu atau kelompok ilmuwan membuat aplikasi tertulis kepada lembaga pendanaan. Sebuah panel kecil individu yang dipercayai menilai aplikasi-aplikasi tersebut, kemudian mewawancarai para calon sebelum memberikan dana kepada sebagian kecil dari para pelamar. Selain menciptakan hambatan yang mengakibatkan kadang-kadang tahunan waktu tunggu antara mengajukan permohonan dan menerima sumbangan, model ini dikenal rentan terhadap bias, kepentingan pribadi, dan politik dari panel peninjau.

Studi telah menunjukkan bahwa panel peninjau hibah sering kali tidak efektif dalam memilih proposal berkualitas tinggi, karena proposal yang sama yang diberikan kepada panel-panel yang berbeda memiliki hasil yang sangat berbeda. Seiring dengan semakin langka dana pendanaan, dana tersebut telah terkonsentrasi dalam kelompok kecil peneliti senior dengan proyek-proyek yang lebih konservatif secara intelektual. Dampak ini menciptakan lanskap pendanaan yang sangat kompetitif sehingga mengakibatkan insentif yang tidak sehat dan meredam inovasi.

Web3 memiliki potensi untuk mengganggu model pendanaan yang rusak ini dengan menguji model insentif berbeda yang dikembangkan oleh DAO dan Web3 secara luas. Pendanaan barang publik retroaktif(opens in a new tab), pendanaan kuadratik(opens in a new tab), pengelolaan DAO(opens in a new tab), dan struktur insentif ter-tokenisasi(opens in a new tab) adalah beberapa perangkat Web3 yang dapat merevolusi pendanaan ilmiah.

Kepemilikan dan pengembangan Hak Kekayaan Intelektual (HKI)

Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan masalah besar dalam ilmu pengetahuan konvensional: mulai dari terjebak di universitas atau tidak digunakan di perusahaan bioteknologi, hingga sulitnya menilai nilai HKI dengan jelas. Namun, kepemilikan aset digital (seperti data atau artikel ilmiah) adalah sesuatu yang Web3 lakukan dengan sangat baik menggunakan token non-fungible (NFT).

Seperti halnya NFT dapat mengalirkan pendapatan dari transaksi masa depan kembali ke pembuat asli, Anda dapat membentuk rantai atribusi nilai yang transparan untuk memberikan imbalan kepada para peneliti, badan pengatur (seperti DAO), atau bahkan subjek yang datanya dikumpulkan.

IP-NFT(opens in a new tab) juga dapat berfungsi sebagai kunci untuk repositori data terdesentralisasi dari eksperimen penelitian yang sedang dilakukan, dan dapat terintegrasi dengan keuangan NFT dan DeFi (dari fraksionasi hingga pool pemberian pinjaman dan penilaian nilai). Ini juga memungkinkan entitas yang ada di dalam rantai seperti DAO seperti VitaDAO(opens in a new tab) untuk melakukan penelitian secara langsung di rantai dalam rantai. Kemunculan token "soulbound"(opens in a new tab) yang tidak dapat ditransfer juga dapat berperan penting dalam DeSci dengan memungkinkan individu membuktikan pengalaman dan kredensial mereka yang terhubung dengan alamat Ethereum mereka.

Penyimpanan data, akses, dan arsitektur

Data ilmiah dapat diakses dengan lebih mudah menggunakan pola Web3, dan penyimpanan terdistribusi memungkinkan penelitian bertahan dari aksi-aksi krisis.

Titik awal haruslah sebuah sistem yang dapat diakses oleh setiap identitas terdesentralisasi yang memegang kredensial yang dapat diverifikasi dengan benar. Ini memungkinkan data sensitif direplikasi secara aman oleh pihak yang tepercaya, memungkinkan redudansi dan ketahanan terhadap sensor, reproduksi hasil, bahkan kemampuan bagi beberapa pihak untuk berkolaborasi dan menambahkan data baru ke dalam dataset. Metode komputasi yang rahasia seperti komputasi-ke-data(opens in a new tab) memberikan mekanisme akses alternatif terhadap replikasi data mentah, menciptakan Lingkungan Penelitian Tepercaya untuk data yang paling sensitif. Lingkungan Penelitian Tepercaya telah dijadikan referensi oleh NHS(opens in a new tab) sebagai solusi berorientasi masa depan untuk privasi data dan kolaborasi dengan menciptakan ekosistem di mana para peneliti dapat bekerja dengan data secara aman di tempat menggunakan lingkungan standar untuk berbagi kode dan praktik.

Solusi data Web3 yang fleksibel mendukung skenario di atas dan memberikan dasar bagi Ilmu Pengetahuan yang Benar-benar Terbuka, di mana para peneliti dapat menciptakan barang-barang publik tanpa izin akses atau biaya. Solusi data publik Web3 seperti IPFS, Arweave, dan Filecoin dioptimalkan untuk desentralisasi. Contohnya, dClimate menyediakan akses universal ke data iklim dan cuaca, termasuk dari stasiun cuaca dan model iklim prediktif.

Ikut terlibat

Jelajahi proyek-proyek dan bergabunglah dengan komunitas DeSci.

Kami menyambut saran untuk proyek-proyek baru yang ingin ditampilkan - silakan lihat kebijakan pendaftaran kami untuk memulai!

Bacaan lebih lanjut

Video

Apakah halaman ini membantu?